Kobar memperkenalkan cerita perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.
Situasi Perang Dunia II memburuk bagi Jepang pada Agustus 1945.
Soekarno, Hatta, dan Radjiman dipanggil Jenderal Terauchi ke Dalat, Vietnam.
Kabar menyerahnya Jepang kepada Sekutu tersiar lewat radio gelap.
Golongan muda mendesak proklamasi segera, golongan tua ingin lewat PPKI.
Soekarno dan Hatta dibawa golongan muda ke Rengasdengklok agar tak terpengaruh Jepang.
Setelah kesepakatan tercapai, rombongan kembali ke Jakarta menuju rumah Laksamana Maeda.
Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo merumuskan naskah proklamasi semalaman.
Sayuti Melik mengetik naskah; isi teks proklamasi ditampilkan secara utuh.
Detik-detik pembacaan proklamasi dan pengibaran bendera Merah Putih.
Berita kemerdekaan disebarluaskan lewat radio, surat kabar, dan para kurir.
Rangkuman tokoh-tokoh kunci di balik persiapan proklamasi.
Kobar menutup cerita dengan pesan semangat kemerdekaan.