Logo

Modul 2 Toko sebagai Battlefield

0:00 / 8:04
Pembuka: Toko sebagai Battlefield
0:00 - 0:39

Bridging dari Modul 1 dan memperkenalkan toko sebagai medan pertarungan harian brand FMCG.

70-80% Keputusan Terjadi di Toko
0:39 - 1:37

Riset menunjukkan mayoritas keputusan beli FMCG terjadi saat konsumen berdiri di depan rak, bukan di rumah atau lewat iklan.

Availability vs Visibility
1:37 - 2:39

Perbedaan mendasar antara stok yang tercatat ada (availability) dan stok yang benar-benar terlihat konsumen di rak (visibility).

Eye Level is Buy Level
2:39 - 3:45

Mengapa posisi rak setinggi mata konsumen paling diperebutkan, dan peran kritis merchandiser menjaga posisi serta facing produk.

Skenario Nyata: Kehilangan Satu Momen
3:45 - 4:36

Contoh lapangan konsumen yang gagal menemukan Aqua dan langsung beralih ke Le Minerale atau Cleo — satu momen visibility hilang, satu transaksi hilang.

Landasan Ilmiah: Byron Sharp
4:36 - 5:30

Konsep mental availability dan physical availability dari Ehrenberg-Bass Institute, serta kutipan 'distribution is marketing'.

Kesalahan Paling Umum di Lapangan
5:30 - 6:22

Tiga kesalahan yang sering terjadi: berhenti di pertanyaan stok ada, lupa cek rak, dan melapor angka tanpa konteks.

Checklist Kunjungan Toko
6:22 - 7:14

Empat langkah praktis kunjungan toko: cek stok sistem, cek fisik di rak, hitung facing vs kompetitor, catat dan follow up.

3 Hal yang Harus Kamu Ingat
7:14 - 8:04

Rangkuman actionable: pentingnya eksekusi lapangan, perbedaan stok ada vs terlihat, dan posisi rak sebagai penentu kemenangan brand.