Bridging dari Modul 1 dan memperkenalkan toko sebagai medan pertarungan harian brand FMCG.
Riset menunjukkan mayoritas keputusan beli FMCG terjadi saat konsumen berdiri di depan rak, bukan di rumah atau lewat iklan.
Perbedaan mendasar antara stok yang tercatat ada (availability) dan stok yang benar-benar terlihat konsumen di rak (visibility).
Mengapa posisi rak setinggi mata konsumen paling diperebutkan, dan peran kritis merchandiser menjaga posisi serta facing produk.
Contoh lapangan konsumen yang gagal menemukan Aqua dan langsung beralih ke Le Minerale atau Cleo — satu momen visibility hilang, satu transaksi hilang.
Konsep mental availability dan physical availability dari Ehrenberg-Bass Institute, serta kutipan 'distribution is marketing'.
Tiga kesalahan yang sering terjadi: berhenti di pertanyaan stok ada, lupa cek rak, dan melapor angka tanpa konteks.
Empat langkah praktis kunjungan toko: cek stok sistem, cek fisik di rak, hitung facing vs kompetitor, catat dan follow up.
Rangkuman actionable: pentingnya eksekusi lapangan, perbedaan stok ada vs terlihat, dan posisi rak sebagai penentu kemenangan brand.