BMB UTS!!
Clone
Register
BMB UTS!!
Elicited and Classical Conditioning
Study
Apa yang dimaksud dengan Elicited Behavior?
Tingkah laku pertama yang diperlihatkan oleh makhluk hidup karena sudah terberi sejak lahir, perilaku yang secara otomatis muncul karena stimulus tertentu seperti bersin karena ada debu atau kaget mendengar suara tembakan
Apa yang dimaksud dengan Reflexes?
Respon sederhana dan otomatis terhadap sebuah stimulus, contohnya mengeluarkan air liur sebagai respons terhadap jus lemon atau saat kelilipan
Apa yang dimaksud dengan Startle Response?
Reaksi defensif terhadap stimulus tibatiba yang tidak terduga, melibatkan pengetatan otomatis otot rangka serta perubahan hormonal dan viseral organ internal, contohnya secara otomatis menoleh sebagai respons terhadap suara asing di belakang kita
Apa yang dimaksud dengan Orienting Response?
Kita secara otomatis memposisikan diri untuk memfasilitasi perhatian pada stimulus, dapat melibatkan gerakan tubuh yang relatif besar, contohnya saat secara otomatis menoleh sebagai respons terhadap suara asing di belakang kita
Apa yang dimaksud dengan Refleks yang Berkaitan dengan Survival?
Refleks yang berfungsi sebagai pelindung dengan mengeluarkan zatzat yang berpotensi beracun dari sistem pencernaan, contohnya the Vomiting Reflex atau the Flexion Response
Apa yang dimaksud dengan Reflex Arc?
Struktur saraf yang mendasari banyak refleks dan terdiri dari neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik, contohnya ketika menyentuh api, reseptor di tangan menstimulasi neuron sensorik yang membawa pesan bahaya ke korda spinalis
Apa yang dimaksud dengan Fixed Action Patterns?
Urutan respons tetap yang ditimbulkan oleh stimulus tertentu, polanya selalu sama dan tidak berubah, contohnya pembuatan jaring labalaba oleh sekumpulan labalaba atau mengubur kacang oleh para tupai
Apa yang dimaksud dengan Sign Stimulus atau Releaser Stimulus?
Stimulus spesifik yang memunculkan fixed action patterns, contohnya kucing menggaruk tanah untuk menutupi urin dan fesesnya
Fixed action patterns adalah respons adaptif yang telah berevolusi untuk membantu hewan mengatasi aspek lingkungan yang konsisten.
Fixed action patterns are adaptive responses that have evolved to help animals cope with consistent aspects of the environment.
Habituation adalah penurunan kekuatan perilaku yang ditimbulkan setelah presentasi berulang dari sebuah stimulus.
Habituation is the decrease in the strength of a behavior that occurs after repeated presentation of a stimulus.
Sensitization adalah peningkatan kekuatan perilaku yang ditimbulkan setelah presentasi berulang dari sebuah stimulus.
Sensitization is the increase in the strength of a behavior that occurs after repeated presentation of a stimulus.
Longterm Habituation adalah habituation yang berlangsung lebih lama dan untuk menjadi responsif lagi akan berlangsung lama.
Longterm Habituation is habituation that lasts longer and takes longer to become responsive again.
ShortTerm Habituation adalah respon yang ditampilkan secara cepat menurun sebagai hasil dari stimulasi berulang.
ShortTerm Habituation is the rapid decrease in displayed response as a result of repeated stimulation.
Dishabituation adalah kemampuan respon yang terhabitasi untuk muncul kembali setelah presentasi stimulus baru yang tidak relevan.
Dishabituation is the ability for habituated responses to reappear after the presentation of a new irrelevant stimulus.
What is the size of the box after habituation in the study?
4x4
What size box will babies stare at longer after habituation?
2x2
Mengapa paparan berulang terhadap rangsangan tertentu terkadang mengakibatkan habituasi dan terkadang menimbulkan sensitisasi?
Intensitas Pendorong Stimulus: Low-Intensity Stimulus biasanya menyebabkan habituation, High-Intensity Stimulus biasanya menyebabkan sensitization, dan ada juga Intermediate Intensity yang menyebabkan sensitization kemudian habituation.
Apa yang dimaksud dengan Evolutionary Significance of the Stimulus?
Kebanyakan orang dengan cepat terbiasa dengan bau bawang merah dan rempah-rempah, namun terganggu oleh bau anyir. Emosi yang muncul kemudian menurun karena individu terbiasa dengan situasi.
Apa yang diusulkan oleh Opponent-Process Theory of Emotion?
Mengusulkan bahwa peristiwa emosional memunculkan dua proses yang saling berlawanan, yaitu Aprocess (primary process) dan Bprocess (opponent process) yang berlawanan dengan Aprocess.
Apa karakteristik dari Aprocess dan Bprocess dalam Opponent-Process Theory of Emotion?
Aprocess berkorelasi erat dengan kehadiran peristiwa emosional, sedangkan Bprocess meningkat dan menurun dengan lambat. Bprocess meningkat baik dalam kekuatan maupun durasi dengan penyajian peristiwa emosional berulang.
Apa yang dimaksud dengan Classical Conditioning?
Suatu proses di mana satu stimulus yang tidak memicu munculnya respon tertentu diasosiasikan dengan stimulus kedua yang memicu munculnya respons. Juga dikenal sebagai Pavlovian conditioning.
Apa yang dimaksud dengan Unconditioned Stimulus (US) dan Unconditioned Response (UR) dalam Classical Conditioning?
US adalah stimulus yang secara alamiah memicu suatu respons, sedangkan UR adalah respons yang terjadi secara alami dan tidak memerlukan pelatihan sebelumnya.
Apa yang dimaksud dengan Neutral Stimulus (NS) dan Conditioned Stimulus (CS) dalam Classical Conditioning?
NS adalah stimulus awal, sedangkan CS adalah stimulus yang awalnya netral namun kemudian dapat memicu respons karena diasosiasikan dengan US.
Apa itu Unconditioned Response (UR) dalam classical conditioning?
Respons yang terjadi secara alami dan tidak memerlukan pelatihan sebelumnya
Apa yang dimaksud dengan Neutral Stimulus (NS) dalam classical conditioning?
Stimulus awal yang tidak memiliki respons sebelumnya
Apa itu Conditioned Stimulus (CS) dalam classical conditioning?
Stimulus yang awalnya netral namun kemudian dapat memicu respons karena diasosiasikan dengan Unconditioned Stimulus (US)
Apa yang dimaksud dengan Conditioned Response (CR) dalam classical conditioning?
Respon yang timbul karena ada pelatihan sebelumnya dan diasosiasikan dengan Conditioned Stimulus (CS)
Apa itu Appetitive Conditioning dalam conditioning?
Proses pembelajaran di mana stimulus yang dianggap menyenangkan (Unconditioned Stimulus) dipasangkan dengan stimulus netral sehingga membuat organisme mendekati atau mencari stimulus tersebut
Apa yang dimaksud dengan Aversive Conditioning dalam conditioning?
Proses pembelajaran di mana stimulus yang dianggap tidak menyenangkan (Unconditioned Stimulus) dipasangkan dengan stimulus netral sehingga membuat organisme menghindari stimulus tersebut
Apa yang diukur oleh Paradigma CER dalam mengukur tingkat ketakutan pada hewan?
Suppression Ratio
Operant Conditiong
Study
Operant Conditioning?
Proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh konsekuensinya, emitted by the organism
Nama perilakunya??
Operant Behaviour
Penelitian awal
E.L. Thorndike neiliti di kucing pk puzzle box, intinya disuruh mencet untuk dapet makanan
Teori apa yg dipake sm Thorndike
law of effect (kondisi/konsekuensi menyenangkan (satisfying) , cenderung diperkuat (perilakunya) & kebalikannya (kl not satisfying, diperlemah)
Penelitian selanjutnya?
Skinner neliti di tikus pake Skinner Box (intinya puzzle box jg si), neken tuas --> dpt makanan
Free Operant Conditioning?
bisa nyoba perilaku tanpa dibatasi, dikasi kebebasan bisa neken tuas pake kaki, tangan, mulut, dll
Respondent Behavior/ Reflexive-type Behaviour?
Perilaku refleksif yang tidak disengaja, involuntary.
Operant Behavior?
Perilaku yang tampak lebih sukarela dan dikendalikan oleh konsekuensinya, voluntary.
Pendapat skinner mengenai Law of Effect
ga setuju, menurut dia ga bisa kategoriin sesuatu sebagai mutlak satisfying/unsatisfying karena setiap orang beda-beda, jadi menurut dia lebih ke kl positif probabilitas muncul lg di future lebih tinggi & kebalikannya
Antecedent stimulus?
Stimulus diskriminatif yang mendahului respons, nandain konsekuensi dapat tersedia (S1/Sd); S1 --> R --> S2
Consequences?
Berfungsi untuk meningkatkan atau menurunkan kemungkinan respons yang mendahuluinya (S2)
Reinforcer Stimulus (Sr)
Yang ningkatin/nguatin kemungkinan suatu behaviour
Punishing Stimulus (Sp)
Yang nurunin/lemahin kemungkinan suatu behaviour
Perbedaan antara punisher - punishment & reinforcer -reinforcement
...er = konsekuensi; ...ment = proses/prosedur
Class of responses dalam operant behavior didefinisikan sebagai
suatu rangkaian respons yang bisa ngasilin konsekuensi tertentu, karena bisa pake tangan, kaki, hidung, dll
Contoh reinforcer adalah
Tertawa jika ada lelucon
Contoh punisher adalah
pasang muka cemberut/ga suka kl ada lelucon
Extinction dalam operant behavior adalah
Melemahnya suatu perilaku melalui penarikan reinforcement terhadap perilaku
Discriminative Stimulus berfungsi sebagai
Occasion setter (jadi sinyal bahwa respon akan diikuti oleh reinforcer atau punisher)
Contoh Sd
Susan ketawa kl John ngelawak, jd John lebih "semangat" ngelawak ke Susan (Susan = Reinforcer (Sd))
Three Term Contingency?
Stimulus diskriminatif (Antecedents), Operant behaviour, Reinforcer/Punisher (Consequence) ABC
Discriminative Stimulus for Punishment (Sdp)
Stimulus yang jadi sinyal bahwa suatu respon akan dpt hukuman
Contoh Discriminative Stimulus for Punishment?
Mobil polisi (Sdp) : Ngebut (R) --> Ditilang (Sp)
Discriminative Stimulus for Extinction (Sdelta)?
Tone (Sd) : neken tuas (R) --> makanan (Sr) Buzzer (Sdelta): neken tuas (R) --> X makanan X (-)
Hubungan antara operant conditioning dan classical conditioning?
SALING OVERLAP. Contoh; nada diasosiai sm makanan, makan-saliva ; nada-CS , Saliva-CR
Four Type Contingencies
Positive Reinforcement, Negative Reinforcement, Positive Punishment, Negative Punishment
Positive Contingencies
Perilaku diikuti dengan ditambahkan atau disajikan sesuatu
Negative Contingencies
Perilaku diikuti dengan penghapusan sesuatu
Positive Reinforcement?
Ngasih stimulus satisfying untuk ningkatin perilaku
Negative Reinforcement?
Ngambil stimulus unsatisfying untuk ningkatin perilaku; melibatkan escape & avoidance behaviour
Schedules of Reinforcements
Study
Schedules of Reinforcements
Respon yang harus dipenuhi untuk dapetin penguatan
Continuous Reinforcement Schedule (CRF)
Keadaan ketika SETIAP respon yang telah ditentukan diperkuat
Intermittent Reinforcement Schedule (Partial)
Keadaan ketika hanya BEBERAPA tanggapan yang diperkuat
Steady-State Behaviors
Pola stabil yang muncul setelah organisme cukup memiliki pengalaman atas jadwal yang telah ada.
Four Basic Intermittent Schedules
Fixed Ratio (FR) Schedule, Variable Ratio (VR) Schedule, Fixed Interval (FI) Schedule, Variable Interval (VI) Schedule
Fixed Ratio (FR) Schedule
Penguatan bergantung pada jumlah respons yang TETAP dan DAPAT diprediksi. FR 5, tikus harus menekan tuas 5x untuk mendapat pelet makanan
Post-reinforcement Pause
Jeda singkat setelah pencapaian masing-masing penguat. Pola break & run
Hubungan post-reinforcement pause dengan persyaratan rasio?
Persyaratan rasio yang lebih tinggi menghasilkan post-reinforcement pause yang lebih lama
Very Dense or Rich Schedule
Jadwal di mana penguat mudah didapatkan. Misalnya, jadwal FR 5
Very Lean Schedule
Jadwal di mana penguat sulit didapatkan. Misalnya, jadwal FR 100
Stretching the Ratio
Bergerak dari persyaratan rasio rendah (dense schedule) ke persyaratan rasio tinggi (lean schedule) secara bertahap. Misalnya, dari FR 5 ke FR 100
Ratio Strain
konsekuensi dari stretching ratio tp ga bertahap jd = BURNOUT
Variable Ratio Schedules (VR)
Penguatan bergantung pada jumlah respons yang BERVARIASI dan TIDAK dapat diprediksi, umumnya ngasilin tingkat respon tinggi & stabil + dikit/tanpa postreinforcement Pause
Fixed Interval (FI)
Bergantung pada RESPONS PERTAMA setelah periode waktu yg TETAP & DAPAT diprediksi
Pola respons pada FI Schedule
Scalloped --> ada post-reinforcement pause + peningkatan rate response secara bertahap ketika mendekati akhir interval
Variable interval schedule (VI)
Bergantung pada RESPONS PERTAMA setelah periode waktu yg BERVARIASI & TIDAK dpt diprediksi
Pola respons pada VI Schedule
Response rate yang moderate, stabil, seringkali dengan sedikit/tanpa post-reinforcement pause
Other simple schedules
Duration Schedule (FD & VD), Response-rate schedule (DRH, DRL, DRP), dan noncontingent schedule (FT & VT)
Duration Schedules
terus-menerus selama periode waktu tertentu
Fixed Duration (FD)
terus-menerus , jangka waktu TETAP dan DAPAT diprediksi
Variable Duration (VD)
terus-menerus , jangka waktu BERVARIASI & TIDAK dpt diprediksi
Kelemahan duration schedule
Memperkuat kinerja tanpa merhatiin tingkat kinerja, bisa rusak minat intrinsik + pembentukan kualitas Perilaku ga tentu seragam
Differential Reinforcement of High Rates (DRH)
Penguatan diberikan untuk TINGKAT RESPONS yang TINGGI dalam periode waktu tertentu; misal untuk latihan olahraga (atlet) mau lomba, kyk lari cepat, piano tiles
Differential Reinforcement of Low Rates (DRL)
Penguatan diberikan untuk RESPON dengan kecepatan LAMBAT dalam suatu periode waktu; ngajarin sikat gigi harus pelan biar semua sisi kena
Differential Reinforcement of Paced Responding (DRP)
Penguatan bergantung pada pemaparan serangkaian respons pada tingkat tertentu; latihan tempo
Fixed Time (FT)
penguat dikirim mengikuti periode waktu yang TETAP & DAPAT diprediksi terlepas dari perilaku organisme (akan selalu dikasi misal abis 30 dtk regardless of stimulus)
Variable Time (VT)
Penguat dikirim mengikuti periode waktu yang BERVARIASI & TIDAK dpt diprediksi , terlepas dr perilaku organisme
Complex Schedules of Reinforcement
Terdiri dari 2 atau lebih jadwal sederhana
Conjunctive Schedules
Jadwal di mana dua / lebih jadwal sederhana harus dipenuhi secara bersamaan sebelum diberikan reinforcer
Adjusting Schedules
di adjust berdasarkan simple schedule sebelumnya/sangat berpengaruh , dan di adjust ke perilakunya
Extinction and Stimulus Control
Study
Apa yang menjadi perbedaan antara procedure of extinction dan process of extinction?
Procedure of extinction adalah penghentian pemberian reinforcement untuk tingkah laku yang sebelumnya diperkuat, sedangkan process of extinction adalah melemahnya tingkah laku yang sebelumnya sudah terbentuk akibat dari penghentian reinforcement.
Prosedur extinction
PENGHENTIAN pemberian reinforcement untuk tingkah laku yang sebelumnya diperkuat
Proses extinction
MELEMAHNYA tingkah laku yang sebelumnya sudah terbentuk sebagai AKIBAT penghentian pemberian reinforcement. NOTE: kalo tingkah laku udh ga pernah muncul lagi = tingkah laku itu udh hilang (extinguished), tapi kl sesekali masih muncul = hanya sebagian menghilang (partially extinguished).
Kunci keberhasilan extinction
Mengidentifikasi yang efektif dalam mempertahankan tingkah laku
Side Effects of Extinction
1. Extinction burst 2. Increase in variability 3. Emotional behavior 4. Resurgence 5. Aggression 6. Depression
Extinction burst
Peningkatan sementara dalam frekuensi dan intensitas tingkah laku saat prosedur extinction pertama kali diterapkan (neken" tuas mulu berkali" pas tb ga dapet makanan)
Increase in variability
Peningkatan variasi dari tingkah laku individu (sebelumnya neken pk tangan bisa, skrng gabisa jd nyoba pk kaki/dll)
Emotional behavior
Tingkah laku ini disebut sebagai tanda-tanda frustration (orang kesel kl nemu mesin permen yang ga ngasih permen)
Resurgence
Kemunculan kembali tingkah laku-tingkah laku lain yang dianggap efektif untuk mendapatkan reinforcer (kyk tahap sebelumnya dr proses shaping) Menyerupai Regression → tingkah laku yang ga mateng pas organisme frustrasi atau konflik
Aggression
Tingkah laku emosional yang berupa kemarahan yang muncul saat prosedur extinction diberlakukan
Depression
Berbagai tingkah laku yang menunjukkan bahwa organisme sedang bersedih
Resistance to Extinction
Seberapa jauh respon tetap dimunculkan walaupun prosedur extinction sudah diberlakukan; high resistance to extinction (lama ilang) dan low resistance to extinction (cepet ilang)
Faktor-faktor yang mempengaruhi Resistance to Extinction
1. Schedule of reinforcement 2. History of reinforcement 3. Magnitude of the reinforcer 4. Degree of deprivation 5. Previous experience with extinction 6. Distinctive signal for extinction
Schedule of Reinforcement
faktor paling penting dalam pembentukan dan penguatan tingkah laku.
Partial Reinforcement Effect
tingkah laku yang dibentuk melalui partial reinforcement akan bertahan lebih lama daripada continuous reinforcement semakin jarang reinforcer diberikan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari bahwa reinforcer tidak lagi tersedia
Bagaimana Partial Reinforcement Effect memengaruhi tingkah laku yang dibentuk melalui jadwal VR dan jadwal FR?
Partial Reinforcement Effect lebih kuat untuk tingkah laku yang dibentuk dengan jadwal VR (variable ratio) dibandingkan jadwal FR (fixed ratio). Organisme belajar untuk merespon bahkan saat tidak ada reinforcer pada jadwal partial, terutama jadwal variable.
History of Reinforcement
Semakin panjang dan besar riwayat pemerolehan reinforcer, semakin bertahan tingkah laku yang terbentuk; lebih mudah ngilagin perilaku yg 1x muncul lgsng dicoba extinction dr pd yg udh lama di diemin
Magnitude of the reinforcer
Semakin besar reinforcer, semakin besar ketahanan organisme terhadap extinction, walau terkadang reinforcer yang bernilai kecil juga mungkin ngasilin resistance yang lebih besar
Apakah yang dapat mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk hilangnya penekanan tuas setelah periode pelatihan?
Magnitude of the reinforcer, di mana penguat terdiri dari pelet makanan yang banyak akan membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang.
Degree of Deprivation
Semakin besar tingkat deprivasi, semakin besar ketahanan organisme terhadap extinction.
Previous experience with extinction
mengalami sesi extinction yang diselingi dengan sesi reinforcement, maka semakin banyak pengalamannya dengan sesi extinction, semakin cepat tingkah laku itu extinguished
Distinctive signal for extinction
Extinction lebih mudah terjadi bila ada stimulus diskriminatif yang menandakan hadirnya sesi extinction.
Spontaneous recovery
Kemunculan kembali respons yang hilang setelah periode istirahat setelah extinction
Differential Reinforcement of Other Behavior (DRO)
Prosedur pemberian reinforcement untuk tingkah laku lain APAPUN selain tingkah laku yang ingin dihilangkan.
Mengapa DRO dianggap lebih efektif daripada extinction saja?
DRO lebih efektif karena perilaku target dilemahkan oleh kurangnya penguatan untuk perilaku itu dan penguatan perilaku lain yang menggantikannya.
Differential Reinforcement of Functional Communication (DRO-FC)
DRO-FC adalah jenis reinforcement yang menguatkan komunikasi fungsional yang lebih pantas daripada perilaku merengek
Apa yang seharusnya diperkuat dalam DRO-FC untuk anak yang merengek?
anak diajarkan untuk mengemukakan keinginannya dengan komunikasi,mengemukakan apa yang diinginkan secara jelas dan pantas untuk direinforce “kamu jangan nangis gitu dong, kamu cerita aja kamu maunya apa”
DRI?
Mereinforce perilaku yang berkebalikan dengan perilaku yg ingin dihilangkan
Stimulus Generalization
Kecenderungan munculin respons saat stimulus serupa dengan SD muncul (semakin mirip stimulus semakin kuat responnya)
Stimulus Discrimination
Kecenderungan untuk memunculkan respons saat stimulus tertentu hadir dan tidak saat stimulus lainnya (kebalikan SG)
Avoidance, Escape, Punishments
Study
Apa yang dimaksud dengan Negative Reinforcement?
Terdiri dari penghilangan stimulus aversif yang kemudian mengarah pada peningkatan kekuatan sebuah tingkah laku.
Apa yang dimaksud dengan Escape Behavior?
Tingkah laku yang dimunculkan untuk menghentikan stimulus aversif, contohnya berlari untuk berteduh ketika hujan deras.
Apa yang dimaksud dengan Avoidance Behavior?
Tingkah laku untuk mencegah terjadinya stimulus aversif, contohnya menunggu di kantor sampai hujan berhenti untuk berteduh duluan saat mulai mendung.
Apa yang dimaksud dengan Two Process Theory of Avoidance?
Teori Mowrer (1947-1960) menyatakan bahwa ada dua proses yang berperan dalam mempelajari avoidance response, yaitu takut terhadap CS (classical conditioning) dan menghindar dari CS (operant behavior).
Masalah/Kelemahan Two Process Theory of Avoidance
Avoidance response bertahan sangat lama walaupun US tidak ada lagi
Apa yang menjadi perhatian para ahli psikologi klinis dan belajar terkait avoidance response?
Fenomena di mana organisme tetap melakukan avoidance response sampai ratusan kali, meskipun stimulus tidak ada lagi.
Apa yang menjadi proses mendasar dalam pengembangan dan bertahannya perilaku fobia?
Avoidance learning
Limitasi dlm menerapkan experimental avoidance (EA) untuk fobia manusia
- dlm EA conditioning, hewan menghindari US aversif; dlm fobia manusia, individu menghindari CS - Dlm ea, perilaku avoidance tidak terlalu mudah terjadi dan cenderung kurang pasti dibanding dlm fobia. NOTE: Fobia manusia biasanya membentuk avoidance response di awal rangkaian peristiwa yang mengarah ke stimulus yang ditakuti sehingga tingkah laku ini bertahan dan sulit untuk di-extinguish
Apa yang memainkan peran penting dalam fobia?
Avoidance conditioning
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)?
Gangguan --> pikiran, impuls, gambaran terus menerus (obsesif) & tindakan stereotip berulang (kompulsi)
Hubungan kecemasan dengan obsesi dan kompulsi?
obsesi = peningkatan kecemasan kompulsi = penurunan kecemasan
Apa yang menjadi perbedaan antara perilaku penghindaran dalam OCD dan fobia?
OCD melibatkan respons penghindaran AKTIF; FOBIA melibatkan respons penghindaran PASIF note: OCD juga dapat menggunakan respons penghindaran pasif (menghindari sampah) sehingga beberapa pola perilaku mereka juga dapat dikategorikan sebagai fobia
Exposure and Response Prevention (ERP)
Metode pengobatan OCD melibatkan paparan yang lama pada peristiwa yang menimbulkan kecemasan saat tidak melakukan perilaku kompulsif
Systematic desensitization, flooding
Systematic desensitization: bertahap dr yang sedikit kecemasan ke intens (imajiner/in vivo) flooding: menghadirkan langsung sumber
2 macam negative punishment
time out & response-cost
Time-out
HILANG akses ke positive reinforcers untuk SEMENTARA waktu setelah terjadinya problem behavior.
Tujuan time-out
Memfasilitasi perkembangan perilaku yang lebih sesuai, bukan membuat anak lepas kendali
Bagaimana time-out seharusnya dilakukan?
Tidak terlalu lama, apalagi untuk anak kecil
Response Cost
PENGHILANGAN reinforcer (menyenangkan) setelah terjadinya problem behavior
Intrinsic Punishment
punishment yg berasal dari DIRI SENDIRI (punishment sbg aspek yg melekat dari perilaku yang dipunish)
Extrinsic Punishment
Punishment yang berasal dari LUAR dan aspek yang GA melekat dari perilaku yang dihukum, tapi hanya mengikuti perilaku tersebut
Primary Unconditioned Punisher
Mempunish secara bawaan, peristiwa yang sejak lahir tidak disukai (disengat listrik)
Secondary Conditioned Punisher
Peristiwa yang punishing karena sudah dikaitkan dengan punishment lainnya
Generalized Punisher
Jadi punishment karena dikaitkan dengan banyak punisher lainnya di masa lalu.
Problems make punishment
1. Hukuman tidak secara langsung me-strengthens perilaku & bisa mengeneralisasi. 2. Punisher bisa menjadi stimulus diskriminatif (SD) untuk punishment 3. Punishment mungkin hanya mengajarkan individu untuk menghindari punisher. 4. Punishment kemungkinan besar akan menimbulkan respons emosional yang kuat 5. Punishment terkadang dapat menimbulkan reaksi agresif 6. Penggunaan punishment pake modelling bisa ngajarin orang punishment = cara yang diterima untuk ngendaliin perilaku (anak dikatain, dia malah ngatain org lain jg) 7. Punishment efek langsung ngeberentiin perilaku, penggunaan punishment diperkuat.
Benefits and the effective use of punishment
1. Punishment meningkatkan perilaku sosial. 2. Punishment terkadang memperbaiki suasana hati (nangis berkurang) 3. Punishment dapat meningkatkan perhatian terhadap lingkungan
Apa yang harus dilakukan agar punishment efektif?
Punishment harus segera dilakukan, konsisten, dan cukup berat sejak awal, negative biasanya lebih disukai dr pd postive
Apa yang disarankan untuk kombinasi punishment atas perilaku yang tidak pantas?
Punishment atas perilaku yang tidak pantas lebih efektif jika dikombinasikan dengan positive reinforcement untuk perilaku yang sesuai.
Learned Helplessness
Pengurangan pada kemampuan belajar karena stimulus/kondisi aversif muncul selama beberapa waktu dan tidak bisa dikendalikan, dihindarkan, ataupun diramalkan kapan munculnya
Cara mencegah perkembangan learned helplessness
Memberi escapable shock sebelum inescapable shock
Observational Learning
Study
Observational Learning
Proses dimana perilaku model dilihat oleh observer --> perilaku observer berubah
Mengapa Observational Learning disebut sebagai social learning?
Karena manusia adalah makhluk sosial & pada dasarnya ini merupakan proses sosial
Contagious Behavior
Perilaku naluriah atau refleksif yang dipicu oleh terjadinya perilaku yang sama pada individu lain. (nguap)
Stimulus Enhancement
Kemungkinan suatu perilaku berubah karena perhatian individu ditarik ke item atau lokasi tertentu oleh perilaku individu lain.
Apa yang dimaksud dengan Vicarious Emotional Responses dalam Observational Learning in Classical Conditioning?
Respons emosional yang dikondisikan secara klasik yang dihasilkan dari melihat respons emosional orang lain.
Observational Learning in Classical Conditioning
Stimulus yang terlibat biasanya bersifat emosional
Apa yang dimaksud dengan Vicarious Emotional Conditioning?
Pengkondisian emosional yang dihasilkan dari melihat respons emosional orang lain.
Apa yang dimaksud dengan Higher Order Conditioning dalam Vicarious Emotional Conditioning?
Reaksi emosional orang lain dapat menjadi conditioned stimulus (CS) yang memicu respons emosional terhadap stimulus netral sebelumnya. Contoh: Melihat ketakutan orang lain (NS) -> Takut (CR); Melihat ketakutan orang lain -> Takut (CS) -> Takut (CR).
Apa perbedaan antara Acquisition dan Performance dalam Observational Learning?
Acquisition: perhatian yang diberikan learner terhadap seorang model Performance: melibatkan efek reinforcement dan punishment yang sudah dikenal dalam menerjemahkan perilaku
Observational learning memodifikasi perilaku dalam 3 cara
1) Kita lebih mungkin untuk mempraktikkan modeled behavior ketika kita telah mengamati sang model menerima reinforcement untuk perilaku tersebut. 2) Kita lebih (atau kurang) mungkin mempraktikkan modeled behavior ketika kita sendiri akan mengalami reinforcement (atau punishment) untuk mempraktikkan perilaku tersebut. 3) History of reinforcement dan punishment yang kita miliki untuk mempraktikkan modeled behavior.
Apa yang dimaksud dengan physical modelling dalam Observational Learning?
Guru menunjukkan perilaku yang diinginkan secara fisik dan memberikan verbal reinforcer ketika siswa memperhatikan. Contoh: Guru mengatakan 'Good' ketika siswa memperhatikan cara memegang bola.
Apa yang diperlukan agar modelling dapat berhasil?
Pengamat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mempelajari perilaku.
Apa yang mempengaruhi kita untuk memperhatikan model yang mirip dengan kita?
Usia yang sekitar sama, berpakaian serupa, dan memiliki minat yang sama.
True imitation
OL melibatkan duplikasi diari perilaku baru atau urutan perilaku.
Generalized imitation
mengimitasi modeled behavior baru tanpa reinforcement spesifik yang didapatkan ketika melakukan perilaku
Hasil Penelitian Bandura (1965), Bobo Doll
Anak yang mengamati perilaku agresif mereplikasi perilaku tersebut kepada sebuah bobo doll. Konsekuensi yang dialami oleh model juga mempengaruhi perilaku agresif anak
Penemuan penelitian terhadap filmed violence
* Filmed violence punya tingkat efektivitas yang setara dengan live violence = micu perilaku violent pd observer * Jumlah violent media yg dilat pas kecil — perilaku agresif dan antisosial 10 tahun setelahnya * Penelitian 17 tahun: jumlah televisi yang ditonton pada masa kecil — jumlah perilaku agresif atau violent.
Agression gender
- Laki lebih mungkin untuk ekspresi efek dr paparan video game yang violent. - Perempuan yang menyaksikan violence dapat menjadi lebih rentan untuk menjadi korban dr perilaku agresif -> karena ada desensitisasi.
Rule Governed Behavior?
Perilaku yang dihasilkan dari paparan terhadap peraturan
Rules dalam Rule Governed Behavior?
Pernyataan mengenai kontingensi. --> Jika kita melakukan sesuatu, suatu konsekuensi akan mengikuti.
Instruction dalam Rule Governed Behavior?
Pernyataan mengenai bagaimana cara merespon. --> Jangan melanggar lampu merah/Berhentilah pada lampu merah.
Kekurangan Rule Governed Behavior?
1) Kadang kurang efisien drpd perilaku yang secara langsung dibentuk oleh kontingensi natural / alami. —> setelah membaca buku-buku tentang golf, individu masih harus berlatih. 2) Kadang perilaku kurang sensitif terhadap kontingensi reinforcement yang aktual dalam setting tertentu —> Dalam setting fixed interval, tikus merespon secara terus-menerus selama interval tersebut.
Personal Rules dalam Self Regulation?
Peraturan juga dapat memengaruhi perilaku kita sendiri
Personal rules (self-instruction)?
Deskripsi verbal dari kontingensi yang kita tampilkan kepada diri kita sendiri untuk memengaruhi perilaku kita. --> Jika aku baik kepada orang lain, orang lain akan baik kepadaku.
Say-do Correspondence?
Apa yang kita omongin sama -- Apa yang kita lakuin
Bright-boundary
Diskriminasi jelas antara pola perilaku yang diterima dan tidak diterima. Bright-boundary meningkatkan self-regulated behavior. --> Aku akan belajar dari jam 7 hingga jam 9 malam ini (ada batasan spesifik mengenai waktunya).
Implementation intentions
Pernyataan “di mana” dan “kapan” yang spesifik terhadap cara menyelesaikan tugas.
Modeling
observasi TL diikuti dgn muncul TL yang sama/serupa dgn TL model.
Modeling (nama lain)
Imitation Learning: Fokusnya peniruan TL, Observational Learning: Fokusnya stimulus lingkungan, Faktor” yg mengaruhin proses persepsi sehingga TL model diobserve Social Learning: Fokusnya hubungan interpersonal Vicarious Learning: Fokusnya obsrever bljr TL dan konsekuensi TL
Model Similarity
Semakin mirip karakteristik model dengan observer, semakin mungkin terjadi modeling pada observer